Cara Mengatasi Kecanduan Pada Teknologi - KENE ONO KABEH

Halaman

    Social Items

Hallo sobat kali ini saya akn mencoba membagikan tips atau cara untuk mengatasi kecanduan teknologi karna apapun itu yang namanya kecanduan pasti mempunyai efek yang tidak baik.
Pada umumnya Kecanduan itu kerap identik dengan segala sesuatu atau berkaitan dengan hal yang negatif, dan termasuk salah satunya adalah  kecanduan dengan teknologi.

Semakin Pesatnya perkembangan teknologi bahkan bias membuat anak kecil, orang dewasa, hingga orang tua semakin gemar untuk mengakses beragam perangkat yang berbasis teknologi.
Sayangnya lagi, teknologi yang seharusnya bisa memudahkan kehidupan manusia justru bisa  menjadikan sipengguna menjadi sosok yang anti dengan social dan bisa lupa dengan tetangga sekitarnya.


Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya, adakah cara yang bisa ditempuh untuk mengobati seseorang yang dianggap sudah menjadi seorang yang kecancuan dengan teknologi?

Seorang psikolog yang juga sekaligus pemilik dari Center for Internet and Technology Addiction di Hartford, Amerika Serikat David Greenfield, PhD menyebut langkah awal untuk mengatasi kecanduan teknologi, yakni dengan mengubah gaya hidup sang pengguna teknologi. Dengan begitu nantinya akan berujung pada pengurangan penggunaan teknologi.

Proses ini juga sama saja dengan periode detoks atau penyerapan racun yang bisa me-reset kerja sistem saraf. Dengan sendirinya maka akan terjadi perubahan pada perilaku akibat dari berkurangnya intensitas penggunaan pada teknologi dan proses identifikasi pola, yang bisa disiapkan kemudian masuk pada modifikasi pola perawatan," ungkap Greenfield seperti diwartakan Everyday Health

Dalam tahapan untuk yang mengalami lebih parah, bahkan dokter harus menyiapkan resep obat khusus untuk menenangkan pecandu teknologi dari perilaku kompulsif.

Selain berkonsultasi dengan psikolog atau dokter ahli, bagi anda atau orang terdekat yang merasa sebagai pecandu teknologi dapat mencoba hal mudah berikut untuk dipraktikkan di rumah.
Mulailah untuk menyiapkan satu hari tanpa ponsel dan komputer selama 24 jam penuh.

Anda juga bisa untuk memulainya pada akhir pekan, jika terasa cukup sukses mungkin porsinya bisa dibuat rutin setiap pekan di hari yang sama atau disesuaikan dengan kesibukan kamu di hari yang terasa lebih lowong.

Kedua, carilah kesibukan dan aktivitas di luar kegiatan yang membutuhkan koneksi internet.
Kamu juga bisa memulainya dengan menekuni kembali hobi lama yang sempat terabaikan, seperti bermain alat musik, berkebun, atau mencoba menu masakan baru.

Ketiga, denga mendisiplinkan diri sendiri yaitu dengan membuat jadwal penggunan teknologi setiap harinya. Tuliskan jadwal berapa jam telah kamu sudah menghabiskan waktu untuk menggunakan komputer, smartphone, dan tablet. Hal ini untuk mengendalikan pola penggunaan kamu terhadap perangkat pintar tersebut.

Keempat, jika anda kecanduan lebih kepada perangkat smartphone atau tablet, sepertinya kamu bisa mencoba untuk menginstal beberapa aplikasi yang dapat membantu untuk mengurangi kecanduan tersebut.

Misalnya, aplikasi BreakFree atau Menthal yang dapat melacak penggunaan ponsel atau tablet kamu.Teknologi seyogianya memang membantu manusia menjalankan segala aktivitasnya di kehidupan sehari-hari. Kini, teknologi berkembang semakin pesat.

Kemajuan pada sektor teknologi menciptakan pola-pola pasar yang sudah tersegmentasi, mulai dari perangkat keras hingga lunak, semua punya porsinya. Teknologi dengan demikian menjadi 'alat' yang menyediakan solusi dengan upaya minim, pekerjaan konvensional manusia pun perlahan dipermudah.

Menurut pemaparan dari Chris Stephenson yaitu Head of Strategy and Planning PHD Asia Pacific, kemudahan yang ditawarkan teknologi--apalagi yang berbasis kecerdasan buatan--ternyata bisa memicu penggunanya kecanduan.

Secara psikologis, dia menjelaskan bahwa teknologi bisa untuk memberikan dampak yang 'menghubungkan' dan memperkuat penggunanya.

"Mereka akan puas ketika pekerjaan dibantu dengan teknologi. Kepuasan ini ternyata membuat manusia bisa kecanduan. Dengan begitu, teknologi akan semakin sering digunakan. Bahkan, menurut riset yang dia lakukan menunjukan 40 persen pengguna dari teknologi mengaku kecanduan dengan teknologi--ini dalam lingkup yang cukup besar, seperti smartphone, internet, dan laptop. Pertanyaannya, apakah ini baik?" kata Chris pada gelaran Ad Asia yang dilaksanakan pada tahun 2017 lalu.

Jawabannya adalah tergantung pada masing-masing pengguna. Semakin besar peran teknologi menggantikan pekerjaan berat dan semakin intuitif dan simpel antarmukanya, tentu teknologi akan mengambil porsi pengguna. Pola ini secara otomatis membuat penggunanya ingin menggunakan lagi dan lagi.

"Contoh simpelnya adalah ketika kita semua pergi ke kantor atau sekolah lalu ponsel tertinggal di rumah, itu bisa jadi perasaan paling buruk. Rasa-rasanya, ada yang hilang dari kita. Fenomena ini tidak bisa kita tolak. Ini adalah pertanda bergabungnya teknologi dengan manusia," tandasnya.

Semoga informasi diatas bisa membantu kita agar tidak menjadi orang yang kecanduan teknologi terimakasih……..

Cara Mengatasi Kecanduan Pada Teknologi

Hallo sobat kali ini saya akn mencoba membagikan tips atau cara untuk mengatasi kecanduan teknologi karna apapun itu yang namanya kecanduan pasti mempunyai efek yang tidak baik.
Pada umumnya Kecanduan itu kerap identik dengan segala sesuatu atau berkaitan dengan hal yang negatif, dan termasuk salah satunya adalah  kecanduan dengan teknologi.

Semakin Pesatnya perkembangan teknologi bahkan bias membuat anak kecil, orang dewasa, hingga orang tua semakin gemar untuk mengakses beragam perangkat yang berbasis teknologi.
Sayangnya lagi, teknologi yang seharusnya bisa memudahkan kehidupan manusia justru bisa  menjadikan sipengguna menjadi sosok yang anti dengan social dan bisa lupa dengan tetangga sekitarnya.


Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya, adakah cara yang bisa ditempuh untuk mengobati seseorang yang dianggap sudah menjadi seorang yang kecancuan dengan teknologi?

Seorang psikolog yang juga sekaligus pemilik dari Center for Internet and Technology Addiction di Hartford, Amerika Serikat David Greenfield, PhD menyebut langkah awal untuk mengatasi kecanduan teknologi, yakni dengan mengubah gaya hidup sang pengguna teknologi. Dengan begitu nantinya akan berujung pada pengurangan penggunaan teknologi.

Proses ini juga sama saja dengan periode detoks atau penyerapan racun yang bisa me-reset kerja sistem saraf. Dengan sendirinya maka akan terjadi perubahan pada perilaku akibat dari berkurangnya intensitas penggunaan pada teknologi dan proses identifikasi pola, yang bisa disiapkan kemudian masuk pada modifikasi pola perawatan," ungkap Greenfield seperti diwartakan Everyday Health

Dalam tahapan untuk yang mengalami lebih parah, bahkan dokter harus menyiapkan resep obat khusus untuk menenangkan pecandu teknologi dari perilaku kompulsif.

Selain berkonsultasi dengan psikolog atau dokter ahli, bagi anda atau orang terdekat yang merasa sebagai pecandu teknologi dapat mencoba hal mudah berikut untuk dipraktikkan di rumah.
Mulailah untuk menyiapkan satu hari tanpa ponsel dan komputer selama 24 jam penuh.

Anda juga bisa untuk memulainya pada akhir pekan, jika terasa cukup sukses mungkin porsinya bisa dibuat rutin setiap pekan di hari yang sama atau disesuaikan dengan kesibukan kamu di hari yang terasa lebih lowong.

Kedua, carilah kesibukan dan aktivitas di luar kegiatan yang membutuhkan koneksi internet.
Kamu juga bisa memulainya dengan menekuni kembali hobi lama yang sempat terabaikan, seperti bermain alat musik, berkebun, atau mencoba menu masakan baru.

Ketiga, denga mendisiplinkan diri sendiri yaitu dengan membuat jadwal penggunan teknologi setiap harinya. Tuliskan jadwal berapa jam telah kamu sudah menghabiskan waktu untuk menggunakan komputer, smartphone, dan tablet. Hal ini untuk mengendalikan pola penggunaan kamu terhadap perangkat pintar tersebut.

Keempat, jika anda kecanduan lebih kepada perangkat smartphone atau tablet, sepertinya kamu bisa mencoba untuk menginstal beberapa aplikasi yang dapat membantu untuk mengurangi kecanduan tersebut.

Misalnya, aplikasi BreakFree atau Menthal yang dapat melacak penggunaan ponsel atau tablet kamu.Teknologi seyogianya memang membantu manusia menjalankan segala aktivitasnya di kehidupan sehari-hari. Kini, teknologi berkembang semakin pesat.

Kemajuan pada sektor teknologi menciptakan pola-pola pasar yang sudah tersegmentasi, mulai dari perangkat keras hingga lunak, semua punya porsinya. Teknologi dengan demikian menjadi 'alat' yang menyediakan solusi dengan upaya minim, pekerjaan konvensional manusia pun perlahan dipermudah.

Menurut pemaparan dari Chris Stephenson yaitu Head of Strategy and Planning PHD Asia Pacific, kemudahan yang ditawarkan teknologi--apalagi yang berbasis kecerdasan buatan--ternyata bisa memicu penggunanya kecanduan.

Secara psikologis, dia menjelaskan bahwa teknologi bisa untuk memberikan dampak yang 'menghubungkan' dan memperkuat penggunanya.

"Mereka akan puas ketika pekerjaan dibantu dengan teknologi. Kepuasan ini ternyata membuat manusia bisa kecanduan. Dengan begitu, teknologi akan semakin sering digunakan. Bahkan, menurut riset yang dia lakukan menunjukan 40 persen pengguna dari teknologi mengaku kecanduan dengan teknologi--ini dalam lingkup yang cukup besar, seperti smartphone, internet, dan laptop. Pertanyaannya, apakah ini baik?" kata Chris pada gelaran Ad Asia yang dilaksanakan pada tahun 2017 lalu.

Jawabannya adalah tergantung pada masing-masing pengguna. Semakin besar peran teknologi menggantikan pekerjaan berat dan semakin intuitif dan simpel antarmukanya, tentu teknologi akan mengambil porsi pengguna. Pola ini secara otomatis membuat penggunanya ingin menggunakan lagi dan lagi.

"Contoh simpelnya adalah ketika kita semua pergi ke kantor atau sekolah lalu ponsel tertinggal di rumah, itu bisa jadi perasaan paling buruk. Rasa-rasanya, ada yang hilang dari kita. Fenomena ini tidak bisa kita tolak. Ini adalah pertanda bergabungnya teknologi dengan manusia," tandasnya.

Semoga informasi diatas bisa membantu kita agar tidak menjadi orang yang kecanduan teknologi terimakasih……..

1 comment:

  1. Tapi susah ya gan kayaknya kalau saat ini, tapi artikel ini sangat membantu untuk mengurangi sedikit demi sekitar. Makasih mas boss

    ReplyDelete